JURNAL SAHID DA'WATII https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD <p><strong>Jurnal Sahid Da'watii</strong> merupakan jurnal Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi yang memuat artikel-artikel yang bersifat teoritis dan empiris ataupun kajian-kajian yang berhubungan dengan penyiaran Islam termasuk juga perkembangan teknologi informasi yang menunjang pengembangan dakwah. Kajian dalam jurnal dapat berupa laporan hasil penelitian, fenomena dan penelitian literatur seputar dakwah Islam dalam bidang pemberdayaan umat dan meningkatkan sarana informasi dan literasi masyarakat di bidang komunikasi dan penyiaran Islam di era global.</p> Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi en-US JURNAL SAHID DA'WATII 2961-9785 Pillar Konten Dakwah Digital Akun @masjidsejutapemuda dalam Membangun Engagement Generasi Z di Media Sosial https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1082 <p><em>Penelitian ini membahas strategi konten dakwah digital akun Instagram @masjidsejutapemuda dalam membangun engagement Generasi Z di media sosial. Tingginya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda mendorong transformasi komunikasi dakwah dari pendekatan konvensional menuju strategi komunikasi digital yang lebih visual, interaktif, dan relevan secara emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Four Pillar Social Media Strategy yang meliputi communication, collaboration, education, dan entertainment pada konten dakwah digital akun @masjidsejutapemuda, serta menganalisis perannya dalam membangun engagement audiens di Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis konten dan big data analytics yang bersumber dari NoLimit Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital, dokumentasi, studi pustaka, dan analisis data media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @masjidsejutapemuda menerapkan storytelling emosional, visual cinematic, kolaborasi dengan influencer dan figur publik, konten edukasi keislaman, serta pendekatan entertainment yang humanis untuk menarik perhatian Generasi Z. Analisis big data menunjukkan tingginya reach, impression, dan views yang mencerminkan pola passive engagement audiens muda terhadap konten dakwah digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Four Pillar Social Media Strategy efektif dalam membangun engagement dakwah digital serta memperluas penyebaran pesan Islam kepada Generasi Z melalui Instagram.</em></p> Alfi Rahmawati Hak Cipta (c) 2026 Alfi Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 25 36 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1082 PERSEPSI GEN Z TERHADAP ACARA DEBAT CAPRES DI TELEVISI PADA PILPRES 2024 DI KECAMATAN PAMIJAHAN https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1077 <p>Gen Z yang tidak bisa dipisahkan dengan dunia digital seperti media massa seperti Televisi dan media social tiktok, Instagram dan WhatsApp akan sangat mudah menemukan informasi informasi terbaru mengenai konten politik seputar PILPRES 2024, mereka akan lebih mudah mengakses, menganalisis dan berprespsi mengenai PILPRES 2024. Gen Z cenderung mengutamakan digital yang rentan terpapar konten tayangan yang akan menguntungkan dan merugikan beberapa pihak yang bersangkutan dalam tayangan tersebut. Hal ini akan mengubah presepsi Gen Z dalam memilih Calon Presiden. Gen Z sangat aktif dan cerdik dalam menggunakan digital. Lebih dari 92 persen pengguna media massa Televisi dan sebagian besar menggunakannya setiap waktu untuk bersantai dengan siapapun. Gen Z memilih Televisi sebagai alat untuk mencari berita politik bahkan tahun 2023, angka kenaikan Gen Z mencari berita isu-isu politik sangat pesat yaitu 75,69 persen untuk Televisi, 64,71 persen untuk internet dan angka sebesar 38,65 persen untuk media online. Angka tersebut menunjukkan Gen Z peduli dan ingin berpartisipasi dalam dunia politik yang akan menentukan pemenang PILPRES 2024. Gen Z membawa perspektif yang unik dan dinamis dalam menghadapi proses politik dan pemilihan umum. Jumlah Gen Z di Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa, dan mereka akan menjadi sasaran pada Pemilu 2024, terutama bagi generasi Z yang baru pertama kali memberikan suaranya untuk pemilihan umum. Sebagai pemilih, mereka mengharapkan pemimpin yang bertanggung jawab, memiliki visi bagus, dan mampu merangkul berbagai golongan.</p> Miftahul Pajar Titien Yusnita Febri Palupi Muslikhah Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Pajar, Titien Yusnita, Febri Palupi Muslikhah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 50 61 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1077 ANALISIS WACANA KRITIS (AWK) MODERASI BERAGAMA : STUDI KASUS PADA PODCAST LOG IN SEASON 2 EPISODE 30 https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1049 <p><em>This study aims to analyze the representation of religious moderation through the Norman Fairclough model Critical Discourse Analysis (AWK) approach on the Season 2 Episode 30</em><em>. </em><em> Log In Podcast hosted by Habib Husein Ja'far Al Hadar and Onadio Leonardo. This podcast is a digital da'wah media that discusses the issue of religious diversity in Indonesia by presenting religious leaders from five major religions: Islam, Buddhism, Hinduism, Confucianism, Catholicism, and Protestantism. This research uses a qualitative method with the type of library research, and data is collected through podcast transcripts, documentation, and relevant literature reviews. The results of the study show that the podcast contains messages of tolerance, compassion, justice, and respect for differences, conveyed through inclusive and humanist language. In the text dimension, it was found that the narratives of religious leaders reflected the values of religious moderation. In the dimension of discourse practice, there is a social and cultural influence on the production and consumption of tolerance messages. Meanwhile, in the dimension of sociocultural practices, this podcast represents the situational, institutional, and ideological context that encourages the creation of dialogue between religious communities. Thus, the Log In podcast has proven to be an alternative media in supporting the mainstreaming of religious moderation in the digital era.</em></p> <p><em>Keywords: </em><em>Religious Moderation, Habib Jaffar al-hadad, Podcast Log In, Noorman Feirlough.</em></p> Abu Yazid S Erna Ernawati Aldi Surizkika Hak Cipta (c) 2026 Abu Yazid S, Erna Ernawati, Aldi Surizkika https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 1 7 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1049 ANALYSIS OF THE SIMPLIFICATION OF DIGITAL DAKHAH MESSAGES IN YUFID TV'S MOTION GRAPHIC CONTENT https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1087 <p><em>This study aims to analyze the simplification of digital da’wah messages through language, visuals, and duration compression in motion graphic content on the Yufid TV YouTube channel. The study employed a qualitative approach using qualitative content analysis methods. The research objects consisted of seven Yufid TV motion graphic videos selected through purposive sampling. Data were collected through observation, documentation, and visual note-taking of language, visual, and duration elements in each video. Data analysis applied the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the simplification of digital da’wah messages is carried out through three main aspects. In terms of language, simplification is achieved through concise sentences, popular diction, and communicative language styles. In the visual aspect, simplification is conducted through simple symbols, popular illustrations, character expressions, and short visual texts. Meanwhile, in terms of duration, messages are delivered directly, quickly, and focused on a single main topic. This study finds that Yufid TV motion graphics construct a pattern of digital da’wah communication based on message simplification adapted to social media characteristics and contemporary digital communication culture</em><em>.</em></p> Diadji Kuntoro Febri Palupi Muslikhah Hak Cipta (c) 2026 Diadji Kuntoro, Febri Palupi Muslikhah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 8 18 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1087 MODEL KOMUNIKASI DAKWAH ADAPTIF BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA MASYARAKAT DESA PASAREAN KABUPATEN BOGOR https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1078 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses komunikasi dakwah dalam konteks budaya lokal Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berawal dari urgensi mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal agar pesan dakwah dapat diterima secara efektif oleh masyarakat. Komunikasi dakwah tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi juga sebagai proses sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai, norma, dan tradisi dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan budaya sangat penting untuk mencapai keberhasilan dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis deskriptif. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan tokoh agama, anggota masyarakat, dan praktisi dakwah sebagai sumber informasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model analisis interaktif. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi dakwah di Desa Pasarean terjadi melalui tiga pola utama: komunikasi individual, komunikasi kelompok, dan komunikasi yang berakar pada tradisi lokal. Komunikasi interpersonal terjadi melalui interaksi langsung antara pendakwah dan masyarakat, sedangkan komunikasi kelompok dilakukan melalui pengajian dan majelis taklim. Sementara itu, komunikasi berbasis tradisi memanfaatkan kegiatan budaya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dakwah. Penggabungan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal telah terbukti meningkatkan efektivitas komunikasi dakwah, karena pesannya lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat.Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dakwah sangat dipengaruhi oleh kemampuan dakwah untuk memahami dan beradaptasi dengan nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, pendekatan dakwah yang relevan dan fleksibel berdasarkan kearifan lokal merupakan faktor kunci dalam mengembangkan komunikasi dakwah yang optimal dan berkelanjutan di masyarakat modern.</p> Muhammad Syamsul Ma’Arif Al Hidayah Febri Palupi Muslikhah Aldi Surizkika Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Syamsul Ma’Arif Al Hidayah, Febri Palupi Muslikhah, Aldi Surizkika https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 62 70 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1078 PENGARUH PENYAJIAN BERITA POLITIK ONLINE RADAR BOGOR TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MASYARAKAT KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1076 <p>Perkembangan media online menjadikan informasi politik semakin mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu media lokal yang aktif menyajikan berita politik secara digital adalah Radar Bogor melalui rubrik “<em>Highlight Politik</em>”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyajian berita online “<em>Highlight Politik</em>” Radar Bogor terhadap pengetahuan politik masyarakat di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 9.194 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian berita <em>online</em> “<em>Highlight Politik</em>” Radar Bogor berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan politik masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui persamaan regresi Y = 4,663 + 0,551X serta nilai F-hitung sebesar 437,299 yang lebih besar dari F-tabel (3,94) dengan tingkat signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,818 menunjukkan bahwa 81,8% variasi pengetahuan politik masyarakat dipengaruhi oleh penyajian berita <em>online</em>. Temuan ini menegaskan bahwa media <em>online</em> memiliki peran strategis dalam membentuk pengetahuan politik masyarakat sebagaimana dijelaskan dalam teori Agenda Setting.</p> Testa Pradia Nirwana DikaraPratama Ramadhan Erna Ernawati Hak Cipta (c) 2026 DikaraPratama Ramadhan, Testa Pradia Nirwana, Erna Ernawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 19 24 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1076 MANAJEMEN KOMUNIKASI KEPANITIAAN QURBAN BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN BUKIT LAMA KOTA PALEMBANG https://www.jurnal-inais.id/index.php/JurnalSD/article/view/1094 <p>The implementation of community-based qurbani worship on a large scale has a high complexity of supply chains and field dynamics, so it requires structured communication governance. This study aims to descriptively analyze the communication management of the Qurbani Committee in Bukit Lama Village, Palembang City, using the analysis knife of George R. Terry's POAC Theory, Karl Weick's Organizational Information Theory, and W. Timothy Coombs' Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The research method used was descriptive quantitative by distributing questionnaires to 100 respondents (Mudhohi and committee), complemented by in-depth interviews and field observations in May 2026. Data analysis was carried out using a descriptive statistical approach (mean score), cross-tabulation, and the Spearman Rank correlation test. The results of the study showed that the committee's communication management was very effective in the upstream phase (Pre-Event and D-Day). This is shown by the high average value of respondents' perception of the indicators of initial tariff clarity (4.44), ease of contract (4.54), and effectiveness of socialization (4.60). The highest success was achieved in the real-time slaughter documentation system (4.86), which successfully reduced information uncertainty (equivocality). Nevertheless, the mitigation of field crises (Crisis Center) is still considered sufficient (2.97) due to the immaturity of the one-stop public relations function. On the other hand, a drastic decrease (waterfall effect) occurred in the downstream phase (Post-Event), where the indicators of transparency of the publication of the Accountability Report (2.15) and the availability of feedback channels (2.04) were in the bad category due to the limited time and costs of the committee. This research implies the importance of the transformation of traditional committees towards modern organizations through the establishment of a special subdivision of Post-Event Public Relations to maintain accountability and sustainable public trust.</p> Ali Kusumadinata Astrid Sri Wahyuni Sumah Erna Ernawati Hak Cipta (c) 2026 Ali Kusumadinata, Astrid Sri Wahyuni Sumah , Erna Ernawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-27 2026-06-27 5 1 37 49 10.56406/jurnalsahiddawatii.v5i1.1094