MODEL KOMUNIKASI DAKWAH ADAPTIF BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA MASYARAKAT DESA PASAREAN KABUPATEN BOGOR
Isi Artikel Utama
Muhammad Syamsul Ma’Arif Al Hidayah
Febri Palupi Muslikhah
Aldi Surizkika
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses komunikasi dakwah dalam konteks budaya lokal Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berawal dari urgensi mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal agar pesan dakwah dapat diterima secara efektif oleh masyarakat. Komunikasi dakwah tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi juga sebagai proses sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai, norma, dan tradisi dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan budaya sangat penting untuk mencapai keberhasilan dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis deskriptif. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan tokoh agama, anggota masyarakat, dan praktisi dakwah sebagai sumber informasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model analisis interaktif. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi dakwah di Desa Pasarean terjadi melalui tiga pola utama: komunikasi individual, komunikasi kelompok, dan komunikasi yang berakar pada tradisi lokal. Komunikasi interpersonal terjadi melalui interaksi langsung antara pendakwah dan masyarakat, sedangkan komunikasi kelompok dilakukan melalui pengajian dan majelis taklim. Sementara itu, komunikasi berbasis tradisi memanfaatkan kegiatan budaya sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dakwah. Penggabungan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal telah terbukti meningkatkan efektivitas komunikasi dakwah, karena pesannya lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat.Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dakwah sangat dipengaruhi oleh kemampuan dakwah untuk memahami dan beradaptasi dengan nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, pendekatan dakwah yang relevan dan fleksibel berdasarkan kearifan lokal merupakan faktor kunci dalam mengembangkan komunikasi dakwah yang optimal dan berkelanjutan di masyarakat modern.





